aduh
Kak,
Kamu lagi apa malam ini? Aku penasaran.. boleh kutebak?
Mungkin kamu masih bersama dengan tungku studio Pak Asmudjo
Mungkin kamu lagi di luar kota jalan-jalan sambil kerja,
lagi di motor dalam perjalanan pulang,
lagi makan di warung sendirian,
lagi tidur di kosan,
atau hari ini lagi main ketemu teman?
Kak, jujur aku merindukanmu, tapi bahkan jika kamu sudi bertemu aku sekarang, aku tak akan bisa mengungkapkan hal tentang:
Apa yang kusuka darimu, bagaimana aku mengagumimu, seberapa banyak menit dalam hidupku memikirkanmu, dan banyak kata maaf yang aku enggan ucapkan.
Aku kini mencoba berpaling dari ingatan tentang bagaimana kamu tersenyum malam itu di Puncak Bintang. Aku berkawan dengan orang lain yang kukira bisa sedikit menemaniku mengulur waktu hingga kau akhirnya hangat.
Walaupun kini aku tak lagi menyebut namamu, tiada malam yang tak mengenalmu. Sungguh aku ingin bilang bahwa yang kau perbuat adalah kejahatan. Malam itu air wajahmu menjanjikanku hal-hal baik bersamamu, esoknya kau tolak diriku di depan pintu rumahmu.
Maka kuhabiskan bulan Juni menebak maksud pertemuan rayuan kita. Bulan Juni kau meminta aku mencicil luka selama setahun penuh, dan sungguh aku kelak akan melunasinya. Bulan Juli seolah pertunjukan perpeloncoan bagiku. Bak pintu terkunci dengan celah yang kaututupi dengan telingamu yang diam menikmati malu.
Malam ini kusadari bahwa menebak dirimu adalah keliru.

Comments
Post a Comment